Nama : Agus
Luqmanul Khakim
Nim :
13650128
Laporan
Prakt. Desain Basis Data
Modul
II
1. Pembahasan
-
Perintah-perintah dasar dalam standar query sql
- Query untuk menampilkan, menambah, menghapus dan memanipulasi data dalam tabel.
- Query untuk menampilkan, menambah, menghapus dan memanipulasi data dalam tabel.
2. Tujuan
- Mahasiswa
memahami perintah dasar dalam standar query sql.
- Mahasiswa
memahami cara menambah, menampilkan, manghapus dan memanipulasi data.
Materi
Yupps .dalam sebuah data base ada istilah “Table”
bukan meja melainkan table yang dimaksud adalah tabel yang terdiri dari baris (row)
dan kolom (column), dimana jumlah dan nama kolom harus didefinisikan
terlabih dahulu di awal. Sedangkan baris merupakan sebuah variabel yang dapat
dihapus dan diisi kapanpun, sehingga jumlahnya selalu berubah sesuai dengan
jumlah data didalamnya. Setiap kolom dalam tabel mempunyai tipe data, tipe data
digunakan untuk membatasi jenis data yang bisa dimasukkan, sehingga akan
mempermudah dalam menggunakannya dan melakukan pengelolaan selanjutnya. Sangat
disarankan pada saat akan membuat tabel, sebaiknya membuat sebuah aturan khusus
dalam penentuan tabel-tabel yang akan dibuat dan memberikan nama kolom maupun
tipe datanya.
-
Membuat Tabel
Dalam mysql query yang digunakan untuk membuat tabel
yaitu :
CREATE TABLE `nama_db`,`nama_tabel`
(`nama_kolom` <spasi> tipe_Data <spasi> keteranagan , `nama_kolom`
<spasi> tipe_Data <spasi> keterangan,…………)
Oh yaa… ketika kita
salah membuat tabel kita dapat menghapusnya denagn drop dengan query :
Drop table nama_tabel
-
Manipulasi tabel
Ohh
yaaa sebelum kita membuat table sebiknyan kita terlebih dahulu memikirkan apa
yang akan disisikan didalam tabel ytersebut untuk meminimisasi kesalahan, meski
ada query untuk memanipulasi setidaknya kita dapat lebih hemat waktukarna tidak
ada kesalahan jika sudah menyiapkan segala sesuatu yang akan didisikan kedalam
tabel.
Jika
kitamelakukan kesalahn atau menemukan kolom yang tidak dapatdigunakan dan ingin
menghapusnya
query yang digunakan untuk menghapus
kolom dalam sebuah tabel adalah : ALTER TABLE nama_tabel DROP COLUMN “nama_kolom”;
Ketika kita sudah memmbuat tabel tetapi lupa atau
kolomnya kurang kurang kita dapat menambahkanya dengan query : ALTER TABLE nama_tabel ADD COLUMN “nama_kolom”;
Ketika kita
melakukan kesalahan dalam penulisan tabel yang kita buat kita dapat mengubah
nama tabel tersebut dengan query : ALTER TABLE nama_tabel_asal RENAME TO
nama_tabel_baru;
Begitu
juga ketika salah dalam penulisan kolom yang kita buat atau kuarng cocok kita adapt
mengubahnya dengan query : ALTER TABLE nama_tabel RENAME COLUMN “nama_kolom_asal”
TO nama_kolom_baru ;
Oh
yaa.. .. setiap Tabel harus memiliki primary key, artinya dalam pembuatan tabel
haruslah terdapat sekelompok kolom (field) yang menyebabkan setiap baris
(record) dalam tabel tersebut tidak sama. Deklarasi primary key tidak boleh
kosong (null), jadi kita harus mendeklarasikan sebagai not null. Namun secara
default PostgreSQL menganggapnya sebagai nullable (boleh kosong), jika waktu
pengisian tidak menyebutkan null atau not null.
query yang digunakan untuk
menambahkan primary key pada tabel :
alter table namatabel add primary key (namakolom);
Temporary Tabel
Temporary tabel adalah tabel sementara dimana jika kita
membutuhkan tabel yang bersifat sementara untuk melakukan percobaan. Temporary ini
akan hilang mana kala kita telah log out dari database tersebut
Struktur
query yang digunakan membuat temporary tabel :
create temporary table namatabel (namakolom tipedata keterangan ,
namakolom tipedata keterangan);
-
GRANT dan REVOKE
Pada saat membuat tabel pada user
tertentu maka hanya user tersebut dan user postgres yang dapat mengakses tabel
itu. Namun jika kita ingin agar tabel yang telah dibuat pada user kita dapat
diakses oleh user tertentu atau semua user yang berada pada PostgreSQL, maka
semua itu dapat dilakukan dengan perintah GRANT. Jika ingin mencabut hak akses
kita bisa menggunakan perintah REVOKE.
Berikut struktur penggunaan GRANT untuk semua hak akses :
grant all on table
namatabel to namauser;
Berikut struktur penggunaan REVOKE untuk semua hak akses :
revoke all on table
namatabel from namauser;
Struktur query untuk menghapus salah satu hak akses, misalnya
UPDATE :
revoke update on tabel
namatabel from namauser;
Struktur query untuk memberi salah satu hak akses, misalnya
DELETE :
grant delete on tabel namatabel to namauser;
-
Turunan (Inheritance)
Inheritance dipergunakan
jika ingin membuat sebuah tabel baru yang berhubungan dengan tabel yang ada,
dengan kata lain turunan tabel pertama. Cara membuatnyapun lumayan gampang
karna seperti membuat tabel biasa tapi kita harus menambahkan Inheritance untuk menurunkan tabel.
Struktur penggunaan query Inheritance :
create temporary table namatabel (namakolom tipedata keterangan , …..)
inherits (namatabelasal);
Hasil Praktikum
1. 1
Membuat tabel dengan nama identitas
dengan field-field yang telah tertulis.
2. Membuat
sebuah tabel lagi dengan nama pegawai
dan nama field sama dengan tabel identitas.
3. Hapus
kolom “alamat_idn” dan tampilkan struktur dari tabel pegawai tadi.
4. Tambahkan
kolom “pekerjaan_idn” dengan type data varchar dan tampilkan struktur
tabel pegawai.
5. Ubah
nama tabel pegawai menjadi pekerjaNIM kemudian ubah nama kolom “pekerjaan_idn”
menjadi “alamat_idn” dan tampilkan.
6. Berikan
Primary key pada tabel pekerjaNIM dan ubah type data pada kolom “alamat_idn”
menjadi text. Kemudian tampilkan struktur tabel.
7. Hapus
tabel pekerjaNIM.
setelah memasukan query drop maka otomatis table langsung hilang
8. Buat
temporary tabel dengan nama mahasiswa_sementara dengan 3 kolom yaitu id,
nama, tanggal lahir dan tampilkan tabel atau strukturnya.
9. Menghapus
semua hak akses tabel tertentu kepada
salah satu user yang telah dibuat dan lakukan pengecekan. Kemudian berikan
semua hak akses kembali dan lakukan pengecekan kembali. Hapus hak akses SELECT
tabel tertentu kepada salah satu user dan lakukan pengecekan.
10. Membuat
tabel baru dengan nama Gaji, dengan catatan pembuatan tabel berasal dari
turunan tabel number 1 dan tambahkan kolom gaji kotor, pajak, dan gaji bersih.
Perbandingan postgresql dan mysql.
Postgresql
-
Tampilanya kurang meanarik jadi
-
Kadang kadang querynya sulit dipahami karna
tampilan yang kurang mendukung untuk peringatan.
-
Sulit untuk copy paste
-
Untuk mengecek hasil grand dan revoke leih mudah.
-
Jika kita lupa dengan suatu query maka kita
cukup emngarahkan ke atas dan memilih query
yang kurang lengkap kemudian dilengkapi.
-
Untuk query di akhiri dengan tanda titik koma “;”.
-
Untuk menjalankan tidak menggunakan browser.
Mysql
-
Tampilanya lebih menarik karna lebih penuh
warna.
-
Untuk copy paste lebih mudah.
-
Pemeriksaan query yang salah lebih mudah.
-
Kalau salah harus copy paste atau mengulangi
query bila lupa mengopi query.
-
Tidak di akhiri dengan tanda titik koma”;”.
kesimpulan
- pada dasarnya semua query dasar untuk desain database itu sama hanya beberapa saja yang berbeda
- dalam pengolahan database kita dapat menggunakan dbms yang berbeda sesuiai selera kita
Saran
- untuk lebih memantapkan dalam mengolah database sebaiknya kita sering main main dengan dbms yang berbeda karna dengan mengutak atik dbms yang berbeda maka kita dapat mengrtahui query-query yang berbeda itu akan menjadikan kita lebih penasaran dan akan lebih haus akan ilmu.
manfaat untuk pembaca
semoga secoret tinta ini akan memberi pengetahuan untuk kita dan menjadi pengikat ilmu manakala kita lupa akan dasar-dasar ilmu tentang database. karna "manusia itu tempatnya salah dan lupa" semoga bermanfaat ... wasssalamm.,.,
Daftar Pustaka
- Kadir abdul "pemrograman database mysql", mediakom,2013,Yogyakarta.
- http://adhit.net/2012/09/edit-tabel-database-dengan-mysql-yog/
- http://catatan-kuliah-teknik-informatika.blogspot.com/search/label/Praktikum%20Desain%20Basis%20Data
- http://blog.uin-malang.ac.id/paow/files/2010/10/E_09650148_Praktikum-11.pdf
- http://www.blog.uin-malang.ac.id/cahyo/2011/10/16/tugas-praktikum-modul-2/













Tidak ada komentar:
Posting Komentar